BORNEOBERDIKARI.COM | PALANGKA RAYA

Di tengah kondisi Kota Palangka Raya yang masih dibayangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap, muncul surat Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah yang memuat pengerahan peserta didik SMA dan SMK untuk menghadiri Launching Tim Sepakbola Isen Mulang.

Surat bernomor 400.3.1/4690/Disdik.PSMK.03/2026, tertanggal 28 Agustus 2026 tersebut ditujukan kepada Kepala SMA dan SMK di Kota Palangka Raya.

Surat itu merupakan tindak lanjut dari surat sebelumnya Nomor 400.3.1/4687/Disdik.PSMK.03/2026 tertanggal 26 Agustus 2026, yang dalam isinya secara terang menyebut perihal “Pengerahan Peserta Didik SMA, SMK Kota Palangka Raya dalam rangka Launching Tim Sepakbola Isen Mulang.”

Dalam surat terbaru, Dinas Pendidikan mengubah waktu pelaksanaan kegiatan yang semula dijadwalkan Minggu, 30 Agustus 2026 menjadi Sabtu, 29 Agustus 2026 pukul 19.30 WIB hingga selesai, bertempat di tengah Bundaran Besar Talawang Palangka Raya. Para peserta juga disebut mengenakan pakaian bebas rapi.

Di Tengah Kabut Asap, Mengapa Harus Siswa?

Kebijakan tersebut patut menjadi perhatian, terutama karena Palangka Raya dalam beberapa waktu terakhir menghadapi persoalan karhutla dan kabut asap.

Persoalannya bukan pada kegiatan launching sebuah tim sepak bola. Yang menjadi pertanyaan adalah urgensi mengerahkan peserta didik untuk menghadiri kegiatan tersebut di tengah situasi lingkungan yang berpotensi berdampak terhadap kesehatan mereka.

Terlebih, ketika kabut asap terjadi, anak-anak merupakan kelompok yang perlu mendapatkan perhatian terhadap paparan polusi udara.

Muncul pula pertanyaan yang penting untuk dijelaskan kepada masyarakat: apa relevansi pengerahan siswa SMA dan SMK dengan kepentingan pendidikan mereka? Apakah kehadiran siswa diwajibkan atau sukarela? Berapa jumlah siswa yang dikerahkan? Dan apakah orang tua diberikan pilihan untuk tidak mengizinkan anaknya mengikuti kegiatan tersebut karena pertimbangan kesehatan?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi penting karena peserta didik bukan sekadar massa yang dapat dikerahkan untuk meramaikan sebuah kegiatan.

Keselamatan Siswa Semestinya Menjadi Pertimbangan Utama

Di satu sisi, dukungan terhadap perkembangan olahraga daerah tentu merupakan hal positif. Kehadiran tim sepak bola yang membawa identitas Kalimantan Tengah pun dapat menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat.

Namun di sisi lain, dukungan terhadap olahraga tidak semestinya mengesampingkan prinsip perlindungan dan kepentingan peserta didik, terlebih apabila kegiatan dilakukan di ruang terbuka ketika daerah masih menghadapi persoalan kabut asap.

Surat tersebut ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo. Tembusan surat juga ditujukan kepada Gubernur Kalimantan Tengah sebagai laporan.

Hingga berita ini ditulis, www.borneoberdikari.com belum memperoleh penjelasan dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah mengenai pertimbangan pengerahan siswa tersebut.

Publik, terutama para orang tua, tentu berhak mendapatkan penjelasan: seberapa penting sebuah acara launching hingga peserta didik perlu dikerahkan, dan bagaimana jaminan keselamatan mereka di tengah ancaman kabut asap?

Sebab dalam situasi seperti ini, kemeriahan sebuah acara semestinya tidak lebih utama daripada kesehatan dan keselamatan anak-anak.

 

Alif